^Na^Female Bandung Bermula dari detik, jam, hari, bulan, tahun... Begitulah kehidupan ini berjalan, setiap saat kita mengalami peristiwa, atau melihatnya dengan mata kita Semuanya akan menjadi berharga bila kita mampu mengambil pelajaran darinya... Blog ini dibuat untuk mencurahkan pengalaman, pemikiran, keinginan dan impian kita Supaya kita belajar...
RSS Atom
|
|
|
 |
Wednesday, June 13, 2007
Strange Lovely Ariel Nazam
Ariel Nazam, 6 tahun, ponakanku. Akhir-akhir ini dia bersikap aneh dan berubah-ubah. Awalnya sekitar dua bulan yang lalu. Ariel mengeluh sakit perut, sakit sekali sampai meringis menahannya, Ariel juga nggak mau makan, sudah diperiksakan ke dokter tapi tak juga ada perubahan. Yang menambah panik kami sekeluarga adalah perubahan sikapnya, Ariel kecil jadi anak yang sangat penakut, takut melihat orang lain selain Ibunya (Mbak Lis), Mbah As, Mbah Marwah, Mbah Teguh, Mbah Sulan dan aku dan hanya mau digendong oleh kami, Bahkan Ariel juga takut sama Bapaknya dan nggak memperbolehkan Bapaknya mendekat. Ariel nggak berani sendirian, malam hari sulit tidur, sehingga kami harus bergantian menggendong dan menemaninya.
Ariel kecil menjadi anak yang sangat religius, dia selalu memegang tasbih seperti orang berdzikir, katanya biar perutnya nggak sakit, dia juga rajin ikut sholat berjamaan bersama kami. Ariel yang biasanya bermain sepanjang hari di rumah atau di rumah tetangga, kini hanya diam di rumah saja. Aku nggak tega melihatnya, aku ajak dia menggambar untuk menghiburnya (itu hobi yang paling disukainya, lantai dan dinding kami penuh dengan coretan kapur dan spidolnya), tapi sepertinya dia sedang tak bersemangat dan mengeluh " mbak, kenapa buku gambarnya bergerak-gerak terus?" padahal bukunya sama sekali nggak bergerak dan tak ada angin yang bisa membuatnya bergerak. Lalu aku ajak dia main game pinball di komputer, pinball banyak lampu kelap-kelip yang indah, Ariel kecil bertanya "Mbak, apakah ini syurga?", aku tersentak mendengar pertanyaannya, aku tak punya jawaban yang tepat untuknya, aku hanya bilang, "bukan sayang, ini hanya game pinball yang suka dimainkan Mbah Teguh, yuk kita main". Anak usia 6 tahun sudah memiliki bayangan tentang syurga yang sangat indah.
sementara aku Ya Allah, tak bisa membayangkan keindahan syurgaMu yang telah Kau jelaskan dalam Kitab SuciMu.
Ariel kecil juga bertanya pada Mbah As, ibuku, "Mbah, kenapa kulitku jadi hitam, hitam sekali seperti tanah, apakah aku akan jadi tanah?", dan kami hanya bisa berpandang-pandangan.
Ya Allah, Ariel Nazam masih kecil, tapi dia sudah berpikir tentang kematian, sementara kami jarang sekali memikirkan kematian, bahkan menganggap tabu berbicara kematian dan selalu menghindari membicarakan kematian yang pasti akan datang.
Ariel ingin kami semua berkumpul selalu di sekelilingnya, bila ada satu dari kami nggak ada, dia akan mencarinya. Sementara sakit perut Ariel masih belum reda, Ariel masih sering meringis menahan sakit. Akhirnya kami bawa dia ke Rumah Sakit. Di RS, ariel tak begitu rewel seperti di rumah, pun kelihatan tidak sakit dan ceria seperti sebelumnya, dua hari dirawat dan sudah diijinkan pulang ke rumah.
Hari-hari setelah itu sampai hari ini, Ariel sering berubah mood, kadang dia jadi anak yang sangat nakal, koleksi vcd di rumah dimasukkan dalam bak mandi, setiap orang diledeknya, anak kecil bahkan orang sepuh, suka sekali beli (tanpa bawa duit) di warung tetangga benda-benda yang tidak dibutuhkannya dan beli segala mainan di sekolahnya (padahal dia tidak bawa uang, jadi penjualnya datang ke rumah minta bayaran).
Beberapa hari yang lalu, Ariel nginep di rumah Budhe Umi, mbakku. Ariel seperti yang dulu, banyak bicara dan mudah akrab sama siapa aja, main dengan Nadia dan Arkian (anak-anak mbak umi). Kembali ke rumah, Ariel jadi beda lagi. Dia mengeluhkan pohon-pohon yang tinggi-tinggi dan besar di halaman rumah Mbah Sopha (tetangga sebelah rumah) "kenapa nggak dibersihkan, kenapa nggak ditebang aja supaya nggak membuat Ariel takut". Padahal dulu, Ariel berani sekali lewat di depan rumah itu, sendirian.
Tiga hari yang lalu aku telpon bapak di rumah, menyakan kondisi Ariel, yang aku dengar adalah suara Ariel yang ceria dari seberang sana. Aku lega.
Tadi pagi aku telpon Bapak lagi, menanyakan kabar Ariel, "Ariel sering sekali nangis, mudah ngambek, mudah marah, galak sekali sama ibunya", padahal dulu Ariel tipe anak yang nurut dan nggak mudah nangis.
Ariel Nazam sayangku, ada apa denganmu nak? apa yang sedang kau rasa? Ceritakan semua pada mbak lut. Ya Rabb, lindungi Ariel Nazam.
Strange Lovely Ariel Nazam
Posted at 09:02 am by ^Na^
Sociable for Blogdrive - all-in-one: Mini-MEditor, del.icio.us, co.mments, Google Blog Search, Technorati and RSS Feed
|
|
|