...WELCOME TO MY BLOG...




^Na^
Female
Bandung
Bermula dari detik, jam, hari, bulan, tahun...
Begitulah kehidupan ini berjalan, setiap saat kita mengalami peristiwa, atau melihatnya dengan mata kita
Semuanya akan menjadi berharga bila kita mampu mengambil pelajaran darinya...
Blog ini dibuat untuk mencurahkan pengalaman, pemikiran, keinginan dan impian kita
Supaya kita belajar...

buzz me

   

<< June 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




RSS Atom
rss feed


Layout edited from the Huntington template from: BlogDrive
Image from: MorgueFile
Designed by: Uncommon Thoughts

BLOGDRIVE
TEMPLATES
Serenity


Serenity
Tuesday, June 19, 2007
all about strawbery

nadia, 4 tahun, ponakanku yg paling cantik. saat ini lg gandrung banget sama strawbery. tadi pagi telpon aku, minta dibelikan oleh-oleh strawbery. maka hari itu aku hunting segala macam about strawbery; baju, bedcover, tirai, boneka bantal dan tas yang semuanya bergambar strawbery. manis sekali...

weekend aku mudik, mudik rutin tiap bulan atau bahkan kurang dari satu bln. nadia sudah menanti-nanti kepulanganku, jam 3 dinihari aku sampai di kota kelahiranku. sopir bis sudah hafal betul tempat aku akan turun, 'itu kan mbak yg banyak anak2 kecil'. memang benar, biasanya klo aku pulang, nadia, ariel, arkian dan ibunya sudah menungguiku di depan gang. tiap ada bis malam yg melintas mereka akan berteriak-teriak memanggil aku, heboh. tiap kepulanganku ariel pun akan sangat senang menginap di rumah nadia, karena disanalah aku akan singgah, siang harinya baru pulang ke rumah orang tuaku. yang paling senang nadia tentunya, karena dia dpt oleh-oleh yang paling banyak, cari pernak-pernik buat anak cewek memang paling gampang tidak seperti anak cowok, padahal aku sudah berkeliling pasar baru seharian namun hanya menemukan setelan baju buat arkian n ariel. untungnya mereka nggak saling ngiri satu sama lain.

nadia sibuk sekali dengan all about strawberynya, bajunya langsung dicoba. dia merengek minta dimandikan karena mau pakai baju baru, padahal jam baru menunjukkan jam 4 dinihari. nadia, kamu makin cute dengan baju strawbery itu nak.

Posted at 04:09 pm by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Monday, June 18, 2007
butir butir padi

padi sudah menguning tanda sebentar lagi panen akan segera tiba, musim yg akan disambut sukaria oleh keluaga pak tamim, kecuali raudhah, bungsu keluarga tamim yang masih duduk di kelas 3 sd, ia sebal manakala musim panen tiba, artinya ia akan mendapat banyak tugas tambahan, membantu ibunya di dapur, mencuci peralatan bekas makan, mengantar makan siang ke sawah untuk kuli yg bekerja di ladang ayahnya, kadang juga ikut memetik kacang ijo apabila musim panen palawija. pak tamim adalah seorang petani yang sangat ulet, dari satu petak sawah pemberian orang tuanya dulu kini sudah berkembang menjadi berhektar-hektar. tapi pak tamim adalah orang yang sangat bersahaja, tetap bekerja di ladang bersama orang-orang yg bekerja padanya. kepada anak-anaknya yang 4 orang bliau mengajarkan tentang kerja keras. tapi raudhah yg msh duduk di kelas 3 tidak sependapat dgn ayahnya. karena setiap hari ia hrs menunggui padi yg sedang dijemur, menghalau burung dan ayam yg merubungi padinya sementara teman-temannya bermain congklak. ia sedih sekali, kenapa dilahirkan sebagai anak pak tamim yang seorang petani. kenapa nggak dilahirkan sebagai anak pak lurah, atau kenapa ibunya dulu tak menikah dengan pak yudha yg seorang dokter dan justeru memilih pak tamim. raudhah bertanya pada hatinya, bukankah dia dan nadia tidak ada bedanya, dia bernapas dg hidung seperti juga nadia putri semata wayang pak lurah, sama-sama punya kaki, tangan, kepala dan mulut. tapi kenapa ia harus berjemur di bawah terik mentari menyapu sisa-sisa jerami yang masih bercampur dengan padinya. sementara nadia sedikitpun tak pernah menyentuh padi yang bisa membuat kulitnya gatal-gatal.

Sungguh raudhah masih kecil, tak menyadari nilai-nilai yang ditanamkan oleh ayahnya kelak akan menjadikannya manusia yang arif.

siang hari itu mendung tiba-tiba menyelimuti langit, pak tamim yg sedang berbaring di bale-bale depan rumah bergegas memakai kaos oblongnya, memakai topi sma punya ahmad yg kini tak dipakai ahmad lagi dan menyambar sekop untuk menggaruk padi yg sedang dijemur dihalaman. sambil berteriak memanggil anak-anaknya, ahmad, shofi, nada dan raudhah. si bungsu raudhah dan kakak-kakaknya sigap mengambil alat masing-masing, ahmad mengambil sekop untuk membantu ayahnya, shofi, nada, dan raudhah mengambil sapu lidi membersihkan padi yang tidak terbawa oleh sekop. mereka bekerja cepat sekali, tapi hujan tak mau sabar menunggu sampai pekerjaan mereka selesai. dalam guyuran hujan deras mereka tetap melanjutkan mengumpulkan padi, tapi semua padi basah kuyup diguyur hujan. maka sia-sialah kerja mereka mengeringkan padi hari itu. beberapa hari ini hujan turun hampir setiap hari hingga padi pak tamim tidak bisa kering dan harga jualnya makin turun. tapi semangat pak tamim tak pernah turun. raudhah sangat patuh pada orangtuanya, tak pernah menolak perintah ayahnya, tapi hati kecilnya sering berkhayal andai saja ayahnya lurah atau camat atau dokter tentu ia tak akan bekerja sekeras ini. 

Sungguh raudhah masih kecil, tak menyadari didikkan ayahnya kelak akan menjadikannya seseorang yang tak mengenal putus asa.

kala malam tiba, seluruh keluarga berkumpul di ruang tengah, mendengarkan sandiwara radio ibuku malang ibuku tersayang, ditemani pisang goreng atau ubi goreng buatan ibu tamim, raudhah membayangkan keluarganya seperti dalam cerita tersebut, dan damayanti adalah dirinya, ia begitu menjiwai perannya dan sangat bahagia meski hanya khayalan saja. dan raudhah senang menirukan sountracknya dengan suaranya yang datar tanpa irama, "ibuku malang... ibuku tersayang...tatap matamu satu..."
bila malam menjelang rasa penat pun datang setelah seharian bekerja keras, bila sudah spt itu pak tamim akan menyuruh anaknya memijat sekujur badannya, dan yg paling disukai adalah pijatan raudhah, kata ayahnya tangan raudhah adalah tangan yg hebat karena pijatannya ampuh menghilangkan penat, maka raudhah memijat ayahnya dengan semangat, sambil bercerita tentang teman-temannya di sekolah, tapi raudhah merasa waktu berjalan sangat lambat karena ayahnya belum menyuruh berhenti.
bulan ramadhan adalah waktu yang paling disukai raudhah, karena saat berbuka ibunya akan menyediakan banyak makanan yg enak-enak. pertengahan bulan ramadhan raudhah dan saudaranya akan mendapatkan baju baru untuk lebaran, biasanya mereka akan dibelikan baju yg sama sehingga mirip robongan anak panti asuhan. maka pak tamim akan pergi ke kota membeli baju untuk mereka, raudhah ingin sekali ikut ayahnya belanja baju ke kota, tapi yg diajak adalah nada supaya nyari ukuran bajunya lebih mudah, satu no lebih besar untuk sofi dan satu no lebih kecil untuk raudhah. masuk akal sekali alasan ayahnya shg ia tidak protes, dia mewanti-wanti nada kakaknya untuk memilih model baju yg berenda, banyak sakunya dan warnanya pink. seharian raudhah menunggu ayah dan nada, waktu terasa lambat sekali berlalu. ayah dan nada tiba di rumah membawa kantong besar sri ratu, raudhah senang sekali dengan baju barunya, dicoba berkali-kali sambil ngaca di cermin yg menempel di daun pintu lemari, ia seperti melihat rapunzel di cermin lalu senyum-senyum sendiri. malam itu raudhah tidur ditemani baju baru disampingnya, esok harinya raudhah coba lagi baju barunya, bu tamim bilang jangan terlalu sering dicoba nanti tidak kliatan baru lagi, maka baju lebaran itu dilipat dan disimpan di lemari. raudhah mulai menghitung hari, menanti lebaran.

Sungguh raudhah masih kecil, tak menyadari ajaran ayahnya kelak akan menjadikannya seseorang yang penuh dengan rasa kasih sayang.

waktu terus berjalan dan masa demi masa berganti, ahmad melanjutkan kuliahnya di kota, shofi dan nada belajar di pesantren di jatim, kini tinggal raudhah sendiri di rumah, ia seringkali kangen dengan sodara-sodaranya, ia kangen berebut makanan dengan kakak-kakaknya, dan ia lebih kangen lagi manakala panen tiba sehingga ia akan sendirian menunggui gabah yg sedang di jemur, tak ada tawa gembira dgn kakak-kakaknya spt dulu, tak ada lg kejar-kejaran dgn kak ahmad. waktu terus berlalu dan masa demi masa berganti. kini raudhah sudah hampir menyelesaikan kuliahnya. saat wisuda, ayah ibu kakak dan ponakan mendampinginya.

Butir-butir padi mengantarkannya menjadi seorang sarjana
Cangkul, caping dan peluh Ayahanda membawanya menjadi seorang sarjana
Doa khusuk Ibunda mengiringinya menjadi seorang sarjana

Butir-butir padi membawanya terbang ke cakrawala mengelilingi dunia
Senyum bahagia keluarga menyambutnya kembali ke kampong halamannya
tanah tumpah darahnya


Posted at 02:01 pm by ^Na^
Comment (1)  


Thursday, June 14, 2007
Cara Cerdas Menjemput Jodoh

Beberapa waktu yang lalu aku mengikuti sebuah dialog interaktif bertema "Cara Cerdas Menjemput Jodoh". Menggunakan istilah menjemput karena setiap manusia telah disiapkan jodoh masing-masing, tinggal bagaimana upaya kita menjeputnya.

It's amazing karena dari peserta yang jumlahnya lebih dari 200 orang, ikhwannya tak lebih dari 25 orang saja. Banyak yang seusiaku pun banyak yang lebih senior dari aku, beberapa diantaranya bukanlah wajah asing bagiku karena sudah beberapa kali bertemu dalam majlis rutin ahad pagi di kawasan Gerlong ini.

Narasumber dialog ini adalah ustadzah Mimin, sedangkan moderatornya adalah suami ustadzah Mimin sendiri, duet yang sangat kompak bukan?

Ada sebuah ilustrasi menarik yang disampaikan ustadzah Mimin pada pembukaan dialog ini. Dua bulatan pada masing-masing garis lurus menggambarkan dua orang yang berpasangan. Setiap manusia memiliki pasangan masing-masing, mula-mula berjauhan, kemudian bergerak saling mendekat, lalu ada yang dipersatukan dalam jarak dan waktu, namun adapula yang berhenti dalam jarak yang tak terlalu jauh tapi tak bertemu atau bahkan ada yang makin menjauh. Jangan-jangan begitulah yang terjadi pada kita, jodoh kita sebenarnya sudah ada di depan mata, tapi karena amalan yang buruk sehingga kita tak segera dipersatukan.

Allah pasti memberi pasangan hidup bagi setiap orang, namun tidak semua orang mudah menemukan belahan jiwanya, ada yang cepat ada yang lambat bahkan ada yang tidak pernah menemukan di dunia tapi di surga. Bagi yang dilambatkan, ini menjadi ujian tersendiri, jika mampu menghadapinya dengan sabar dan berserah diri pada-Nya pasti Allah akan membalasnya dengan kenikmatan surga.

Cara Cerdas Menjemput Jodoh, tips dari narasumber 

1.  Berdoa dan perbanyak beramal shaleh

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang AKU, maka (jawablah), bahwa AKU sangat dekat, aku mengabulkan permohonan orang yang memohon kepadaKU, …" (Qs. 2:186)

"Qadha (ketentuan Allah) takkan tertolak kecuali dengan doa …" (HR Tirmizi)

"Sesungguhnya Tuhan kalian sangat malu dan pemurah, IA malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangannya lalu mengembalikannya dalam keadaan hampa (tanpa hasil)" (HR. Abu Daud)

2.  Beramal shaleh, berbakti kepada orang tua, perbanyak sedekah, menolong orang. Lalu seperti apakan amalan kita selama ini? Pantas saja kalo sampei sekarang belum juga dipertemukan, hehehe…

3.  Memiliki persepsi positif

"Aku selalu sesuai dengan persangkaan hambaKU kepadaKU. Dan aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepadaKU. Dan jika ia ingat padaKU dalam jiwanya, maka AKU pun mengingatnya dalam Zat-KU. Dan jika ia ingat padaKU ditempat ramai, AKU pun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat padaKU sejengkal, AKU pun mendekat kepadanya sehasta. Jka ia mendekat sehasta, Aku pun mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia dating kepadaKU dengan berjalan, AKU pun akan dating kepadanya dengan berlari cepat" (Hadist Qudsi)

4.  Kepada diri sendiri, hendaknya lebih mengenal diri sendiri
5.  Kepada jodoh, hendaknya jangan terlalu ideal, setiap orang punya kekurangan. Jadikanlah kita sebagai criteria yang ideal.
Jika kita mengharapkan jodoh yang baik maka jadilah orang yang baik, karena hati yang baik akan bertemu dan bersinergi dengan hati yang baik. Hati yang buruk akan berhimpin dengan hati yang buruk pula.

Selamat berjuang.... Good Luck

 


Posted at 09:23 am by ^Na^
Comments (3)  


Wednesday, June 13, 2007
Strange Lovely Ariel Nazam

Ariel Nazam, 6 tahun, ponakanku. Akhir-akhir ini dia bersikap aneh dan berubah-ubah. Awalnya sekitar dua bulan yang lalu. Ariel mengeluh sakit perut, sakit sekali sampai meringis menahannya, Ariel juga nggak mau makan, sudah diperiksakan ke dokter tapi tak juga ada perubahan. Yang menambah panik kami sekeluarga adalah perubahan sikapnya, Ariel kecil jadi anak yang sangat penakut, takut melihat orang lain selain Ibunya (Mbak Lis), Mbah As, Mbah Marwah, Mbah Teguh, Mbah Sulan dan aku dan hanya mau digendong oleh kami, Bahkan Ariel juga takut sama Bapaknya dan nggak memperbolehkan Bapaknya mendekat. Ariel nggak berani sendirian, malam hari sulit tidur, sehingga kami harus bergantian menggendong dan menemaninya.

Ariel kecil menjadi anak yang sangat religius, dia selalu memegang tasbih seperti orang berdzikir, katanya biar perutnya nggak sakit, dia juga rajin ikut sholat berjamaan bersama kami. Ariel yang biasanya bermain sepanjang hari di rumah atau di rumah tetangga, kini hanya diam di rumah saja. Aku nggak tega melihatnya, aku ajak dia menggambar untuk menghiburnya (itu hobi yang paling disukainya, lantai dan dinding kami penuh dengan coretan kapur dan spidolnya), tapi sepertinya dia sedang tak bersemangat dan mengeluh " mbak, kenapa buku gambarnya bergerak-gerak terus?" padahal bukunya sama sekali nggak bergerak dan tak ada angin yang bisa membuatnya bergerak. Lalu aku ajak dia main game pinball di komputer, pinball banyak lampu kelap-kelip yang indah, Ariel kecil bertanya "Mbak, apakah ini syurga?", aku tersentak mendengar pertanyaannya, aku tak punya jawaban yang tepat untuknya, aku hanya bilang, "bukan sayang, ini hanya game pinball yang suka dimainkan Mbah Teguh, yuk kita main". Anak usia 6 tahun sudah memiliki bayangan tentang syurga yang sangat indah.

sementara aku Ya Allah, tak bisa membayangkan keindahan syurgaMu yang telah Kau jelaskan dalam Kitab SuciMu.

Ariel kecil juga bertanya pada Mbah As, ibuku, "Mbah, kenapa kulitku jadi hitam, hitam sekali seperti tanah, apakah aku akan jadi tanah?", dan kami hanya bisa berpandang-pandangan.

 Ya Allah, Ariel Nazam masih kecil, tapi dia sudah berpikir tentang kematian, sementara kami jarang sekali memikirkan kematian, bahkan menganggap tabu berbicara kematian dan selalu menghindari membicarakan kematian yang pasti akan datang.

Ariel ingin kami semua berkumpul selalu di sekelilingnya, bila ada satu dari kami nggak ada, dia akan mencarinya. Sementara sakit perut Ariel masih belum reda, Ariel masih sering meringis menahan sakit. Akhirnya kami bawa dia ke Rumah Sakit. Di RS, ariel tak begitu rewel seperti di rumah, pun kelihatan tidak sakit dan ceria seperti sebelumnya, dua hari dirawat dan sudah diijinkan pulang ke rumah.

Hari-hari setelah itu sampai hari ini, Ariel sering berubah mood, kadang dia jadi anak yang sangat nakal, koleksi vcd di rumah dimasukkan dalam bak mandi, setiap orang diledeknya, anak kecil bahkan orang sepuh, suka sekali beli (tanpa bawa duit) di warung tetangga benda-benda yang tidak dibutuhkannya dan beli segala mainan di sekolahnya (padahal dia tidak bawa uang, jadi penjualnya datang ke rumah minta bayaran).

Beberapa hari yang lalu, Ariel nginep di rumah Budhe Umi, mbakku. Ariel seperti yang dulu, banyak bicara dan mudah akrab sama siapa aja, main dengan Nadia dan Arkian (anak-anak mbak umi). Kembali ke rumah, Ariel jadi beda lagi. Dia mengeluhkan pohon-pohon yang tinggi-tinggi dan besar di halaman rumah Mbah Sopha (tetangga sebelah rumah) "kenapa nggak dibersihkan, kenapa nggak ditebang aja supaya nggak membuat Ariel takut". Padahal dulu, Ariel berani sekali lewat di depan rumah itu, sendirian.

Tiga hari yang lalu aku telpon bapak di rumah, menyakan kondisi Ariel, yang aku dengar adalah suara Ariel yang ceria dari seberang sana. Aku lega.

Tadi pagi aku telpon Bapak lagi, menanyakan kabar Ariel, "Ariel sering sekali nangis, mudah ngambek, mudah marah, galak sekali sama ibunya", padahal dulu Ariel tipe anak yang nurut dan nggak mudah nangis.

Ariel Nazam sayangku, ada apa denganmu nak? apa yang sedang kau rasa? Ceritakan semua pada mbak lut.
Ya Rabb, lindungi Ariel Nazam.


Posted at 09:02 am by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Monday, June 11, 2007
untuk sahabat tercinta, Dewi Ratri

Jumat (8/6) jam 8 pagi aku tiba di kota Malang setelah menempuh perjalanan bis lebih dari 15 jam dari Bandung, bertandang ke rumah Mbak Dewi. Tenda biru berdiri di halaman tanda pemilik rumah akan melangsungkan hajat.

Hari ini  jumat, tanggal delapan bulan juni tahun dua ribu tujuh, Mbak Dew, temanku, sahabatku, kakakku, akan melangsungkan akad nikah dengan seorang ikhwan, Mas Uzlah. Sekitar jam 11, keluarga mempelai mulai berdatangan. Aku bersama kerabat Mbak Dew berdiri berjajar menyalami para tamu, ada seorang dari keluarga besan bertanya kepadaku "ini pengantinnya?", hehe aku tersipu malu sambil menjawab "bukan ibu, pengantinnya masih di rias di dalam".

Hari ini jumat, tanggal delapan, bulan juni, tahun dua ribu tujuh, pukul dua siang. Dua keluarga terhubung karena janji dua insan dalam mitzaqon ghalidza, janji yang sangat berat. Akad nikah terucap, mempelai wanita dan dua sahabatnya berpegangan tangan erat, sangat erat dan air mata tak sanggup dibendung. Bahagia dan lega …

Robbi, hati ini telah bertemu
Robbi, hati ini telah bersatu
Robbi, hati ini telah terhimpun
Satukan padukan hanya karena-Mu

Allah, cinta tlah hadir karena-Mu
Allah, kasih tlah tumbuh karena-MU
Allah, saying tlah bersatu karnamu
Eratkan kekalkan hanya karena-Mu

Bahtera hidup tlah mulai dibina
Janji tlah diikat karena-Mu
Hidup tlah diazamkan buat-Mu
Terangkan lapangkan, hati dengan cahya-Mu


(seismic)

Posted at 01:32 pm by ^Na^
Comment (1)  


Friday, February 09, 2007
serendipity

terinspirasi oleh cerita film sering membuat orang melakukan hal aneh
***
berawal dari tak sengajaan, sebulan lalu bertemu dengan seseorang dalam suatu perjalanan. bukan berkenalan yang sebenarnya, cuma ngobrol dengan orang tak dikenal yang duduk bersebalahan supaya nggak bosan di jalan. namanya pun tak saling tau apalagi bertukar no hp. obrolan ringan dan tak mengisyaratkan apa-apa, tapi menyelipkan rasa nyaman. dan akhirnya tertinggal di bilik hati. telah sebulan waktu berlalu, ada keingininan untuk mengulangi apa yang terjadi. melakukan perjalanan itu lagi, dengan waktu, tempat dan moda yang sama seperti yang lalu. berharap bertemu dengan yang lalu. bila kali ini bertemu lagi mungkin dialah jodoh, tapi bila tak bertemu maka bukan jodoh, lalu perlahan api dalam hati harus dipadamkan.
***
Sebenarnya hanya isyarat kecil tapi mungkin tanggapannya saja yang terlalu berlebih. pun tak jelas maksud isyaratnya, tapi gr kadung tertaut. memang kebodohan besar, tapi nyatanya mampu membangkitkan energi, memberikan semangat dan menerbitkan harapan.

Posted at 12:27 pm by ^Na^
Comment (1)  


Friday, January 19, 2007
sebatas khayal

Duduk pada barisan paling belakang dalam ruang perkuliahan memberikan keleluasaan yang mutlak untuk off dari perkuliahan. Hari itu memang sedang sangat tidak mood belajar. Tapi orang lain sepertinya sangat serius menyimak penjelasan dari dosen muda itu. Melihat kearah depan dan samping semua serius, melihat ke samping kanan, whoops… siapa tuh yang punya jenggot tebal? Sayang mukanya tertutup sama orang yang duduk disebelahnya, yang kliatan hanya jenggot tebalnya saja. Baru sadar kalo ada seseorang yang selama ini luput dari perhatian. Gayung ternyata bersambut tapi tangan tak mampu mengayuhnya bersama-sama karena iramanya yang tak selaras dan akhirnya terlepas dan terhempas. Tuhan, ternyata bukan dia yang dari tulang rusuknya Kau ciptakan diriku.
***

Aku mengenalnya dalam perjalanan bis Semarang – Bandung. Perkenalan yang sangat biasa dan tak berkesan apa-apa, apalagi dengan kaos oblong yang warnanya sudah agak pudar, celana yang cingkrangnya nanggung, serta sandal swallow warna biru yang mengalasi kakinya. Sangat tidak modis kalo tidak bisa dikatakan tak menarik. Tapi entahlah perkenalan tak sengaja itu meninggalkan sebercak kesan yang mendalam. Figure seorang pemimpin yang mengayomi dan menularkan rasa tenang. Sehingga diam-diam ada suara yang dari dasar hati menginginkan pertemuan itu berulang lagi. Ditimpali oleh suara dari sudut hati yang lain. Inikah makhluk yang Kau ciptakan untukku Tuhan?
***

Satu sore yang redup, duduk di satu pojok ruang tunggu bengkel yamaha, menunggu mio yang sedang siservis. Badan sudah lelah setelah seharian bergelut menyelesaikan pekerjaan kantor. Andai ada kasur disana mungkin badan ini sudah menyerah diatasnya. Acara TV diruangan itupun tak mampu menggoda perhatian, mata hanya memandang kosong menyapu seisi ruangan, lalu terbentur dengan sepasang mata yang diam-diam memperhatikan dari balik dinding kaca. Perasaan malu kontan menarik mata masing-masing untuk segera menunduk tapi seulas senyum di bibir tak mampu disembunyikan. Tuhan, diakah orang yang telah Kau ciptakan untukku supaya lebih mencintaiMU?

Tuhan, bisikanmukah ini ataukah hanya tipu muslihat syetan?

Posted at 08:49 am by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Thursday, January 04, 2007
tanpa judul

Kali ini aku benar-benar tak tau jawaban seperti apa yg Allah berikan atas doaku. Aku masih juga belum bisa mengambil pelajaran dari doa yg menurutku belum terkabul ini, masih menggantung…
kenapa? Kenapa ya Allah?
Ya Allah yg maha mengetahui, berikanlah sedikit saja pengetahuanMu supaya aku dapat memahami apa yg sedang Kau berlakukan untukku. Aku hampir-hampir kehabisan akal dan cara untuk itu.
Tapi aku janji padamu ya Rabb-ku
Harapan ini tak akan pupus
Mulut ini tak akan berhenti memohon
Airmata ini tak akan berhenti mengalir
Sampai Kau berikan keputusan untukku
Apapun keputusan itu berilah pula aku kekuatan untuk menjalaninya
Aku mengemis kepadaMu bukan pada makhlukMu

Posted at 03:46 pm by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Tuesday, December 19, 2006
Aku dan Duniaku

Dunia ini hanya milikku
bukan milik siapa-siapa
Ruangku sendiri
bukan punya orang lain
Waktuku sendiri
tak boleh diinterupsi oleh siapapun

Hanya ada aku dan hatiku

Posted at 02:41 pm by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Tuesday, September 19, 2006
10 hal yang paling disukai Ariel*)

1. Strawbery
2. Big Bus
3. Chili Sauce
4. Band Peterpan
5. Mie Instant
6. Ice Cream
7. Mandi Bola
8. Kereta Api
9. Petak Umpet
10. Kejar dan Tangkap

*) Ariel adalah salah satu ponakanku, tinggal dekat dengan rumah orang tuaku dan paling banyak menghabiskan waktu bersamaku.


Posted at 12:13 pm by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Sociable for Blogdrive - all-in-one: Mini-MEditor, del.icio.us, co.mments, Google Blog Search, Technorati and RSS Feed
Next Page