^Na^Female Bandung Bermula dari detik, jam, hari, bulan, tahun... Begitulah kehidupan ini berjalan, setiap saat kita mengalami peristiwa, atau melihatnya dengan mata kita Semuanya akan menjadi berharga bila kita mampu mengambil pelajaran darinya... Blog ini dibuat untuk mencurahkan pengalaman, pemikiran, keinginan dan impian kita Supaya kita belajar...
RSS Atom
|
|
|
 |
Monday, June 11, 2007
untuk sahabat tercinta, Dewi Ratri
Jumat (8/6) jam 8 pagi aku tiba di kota Malang setelah menempuh perjalanan bis lebih dari 15 jam dari Bandung, bertandang ke rumah Mbak Dewi. Tenda biru berdiri di halaman tanda pemilik rumah akan melangsungkan hajat.
Hari ini jumat, tanggal delapan bulan juni tahun dua ribu tujuh, Mbak Dew, temanku, sahabatku, kakakku, akan melangsungkan akad nikah dengan seorang ikhwan, Mas Uzlah. Sekitar jam 11, keluarga mempelai mulai berdatangan. Aku bersama kerabat Mbak Dew berdiri berjajar menyalami para tamu, ada seorang dari keluarga besan bertanya kepadaku "ini pengantinnya?", hehe aku tersipu malu sambil menjawab "bukan ibu, pengantinnya masih di rias di dalam".
Hari ini jumat, tanggal delapan, bulan juni, tahun dua ribu tujuh, pukul dua siang. Dua keluarga terhubung karena janji dua insan dalam mitzaqon ghalidza, janji yang sangat berat. Akad nikah terucap, mempelai wanita dan dua sahabatnya berpegangan tangan erat, sangat erat dan air mata tak sanggup dibendung. Bahagia dan lega …
Robbi, hati ini telah bertemu Robbi, hati ini telah bersatu Robbi, hati ini telah terhimpun Satukan padukan hanya karena-Mu
Allah, cinta tlah hadir karena-Mu Allah, kasih tlah tumbuh karena-MU Allah, saying tlah bersatu karnamu Eratkan kekalkan hanya karena-Mu
Bahtera hidup tlah mulai dibina Janji tlah diikat karena-Mu Hidup tlah diazamkan buat-Mu Terangkan lapangkan, hati dengan cahya-Mu
(seismic)
untuk sahabat tercinta, Dewi Ratri
Posted at 01:32 pm by ^Na^
 Permalink
Friday, February 09, 2007
terinspirasi oleh cerita film sering membuat orang melakukan hal aneh *** berawal dari tak sengajaan, sebulan lalu bertemu dengan seseorang dalam suatu perjalanan. bukan berkenalan yang sebenarnya, cuma ngobrol dengan orang tak dikenal yang duduk bersebalahan supaya nggak bosan di jalan. namanya pun tak saling tau apalagi bertukar no hp. obrolan ringan dan tak mengisyaratkan apa-apa, tapi menyelipkan rasa nyaman. dan akhirnya tertinggal di bilik hati. telah sebulan waktu berlalu, ada keingininan untuk mengulangi apa yang terjadi. melakukan perjalanan itu lagi, dengan waktu, tempat dan moda yang sama seperti yang lalu. berharap bertemu dengan yang lalu. bila kali ini bertemu lagi mungkin dialah jodoh, tapi bila tak bertemu maka bukan jodoh, lalu perlahan api dalam hati harus dipadamkan. *** Sebenarnya hanya isyarat kecil tapi mungkin tanggapannya saja yang terlalu berlebih. pun tak jelas maksud isyaratnya, tapi gr kadung tertaut. memang kebodohan besar, tapi nyatanya mampu membangkitkan energi, memberikan semangat dan menerbitkan harapan.
Posted at 12:27 pm by ^Na^
 Permalink
Friday, January 19, 2007
Duduk pada barisan paling belakang dalam ruang perkuliahan memberikan keleluasaan yang mutlak untuk off dari perkuliahan. Hari itu memang sedang sangat tidak mood belajar. Tapi orang lain sepertinya sangat serius menyimak penjelasan dari dosen muda itu. Melihat kearah depan dan samping semua serius, melihat ke samping kanan, whoops… siapa tuh yang punya jenggot tebal? Sayang mukanya tertutup sama orang yang duduk disebelahnya, yang kliatan hanya jenggot tebalnya saja. Baru sadar kalo ada seseorang yang selama ini luput dari perhatian. Gayung ternyata bersambut tapi tangan tak mampu mengayuhnya bersama-sama karena iramanya yang tak selaras dan akhirnya terlepas dan terhempas. Tuhan, ternyata bukan dia yang dari tulang rusuknya Kau ciptakan diriku. ***
Aku mengenalnya dalam perjalanan bis Semarang – Bandung. Perkenalan yang sangat biasa dan tak berkesan apa-apa, apalagi dengan kaos oblong yang warnanya sudah agak pudar, celana yang cingkrangnya nanggung, serta sandal swallow warna biru yang mengalasi kakinya. Sangat tidak modis kalo tidak bisa dikatakan tak menarik. Tapi entahlah perkenalan tak sengaja itu meninggalkan sebercak kesan yang mendalam. Figure seorang pemimpin yang mengayomi dan menularkan rasa tenang. Sehingga diam-diam ada suara yang dari dasar hati menginginkan pertemuan itu berulang lagi. Ditimpali oleh suara dari sudut hati yang lain. Inikah makhluk yang Kau ciptakan untukku Tuhan? ***
Satu sore yang redup, duduk di satu pojok ruang tunggu bengkel yamaha, menunggu mio yang sedang siservis. Badan sudah lelah setelah seharian bergelut menyelesaikan pekerjaan kantor. Andai ada kasur disana mungkin badan ini sudah menyerah diatasnya. Acara TV diruangan itupun tak mampu menggoda perhatian, mata hanya memandang kosong menyapu seisi ruangan, lalu terbentur dengan sepasang mata yang diam-diam memperhatikan dari balik dinding kaca. Perasaan malu kontan menarik mata masing-masing untuk segera menunduk tapi seulas senyum di bibir tak mampu disembunyikan. Tuhan, diakah orang yang telah Kau ciptakan untukku supaya lebih mencintaiMU?
Tuhan, bisikanmukah ini ataukah hanya tipu muslihat syetan?
Posted at 08:49 am by ^Na^
 Permalink
Thursday, January 04, 2007
Kali ini aku benar-benar tak tau jawaban seperti apa yg Allah berikan atas doaku. Aku masih juga belum bisa mengambil pelajaran dari doa yg menurutku belum terkabul ini, masih menggantung… kenapa? Kenapa ya Allah? Ya Allah yg maha mengetahui, berikanlah sedikit saja pengetahuanMu supaya aku dapat memahami apa yg sedang Kau berlakukan untukku. Aku hampir-hampir kehabisan akal dan cara untuk itu. Tapi aku janji padamu ya Rabb-ku Harapan ini tak akan pupus Mulut ini tak akan berhenti memohon Airmata ini tak akan berhenti mengalir Sampai Kau berikan keputusan untukku Apapun keputusan itu berilah pula aku kekuatan untuk menjalaninya Aku mengemis kepadaMu bukan pada makhlukMu
Posted at 03:46 pm by ^Na^
 Permalink
Tuesday, December 19, 2006
Dunia ini hanya milikku bukan milik siapa-siapa Ruangku sendiri bukan punya orang lain Waktuku sendiri tak boleh diinterupsi oleh siapapun
Hanya ada aku dan hatiku
Posted at 02:41 pm by ^Na^
 Permalink
Tuesday, September 19, 2006
10 hal yang paling disukai Ariel*)
1. Strawbery 2. Big Bus 3. Chili Sauce 4. Band Peterpan 5. Mie Instant 6. Ice Cream 7. Mandi Bola 8. Kereta Api 9. Petak Umpet 10. Kejar dan Tangkap
*) Ariel adalah salah satu ponakanku, tinggal dekat dengan rumah orang tuaku dan paling banyak menghabiskan waktu bersamaku.
10 hal yang paling disukai Ariel*)
Posted at 12:13 pm by ^Na^
 Permalink
Thursday, August 31, 2006
Episode Rumah Mewah; nostalgia sms
Semalam adalah nostalgila sms dengan saudara penghuni rumah MeWah. Sms alert menghardikku di keheningan malam, sebuah sms dari teman selayak adikku.
Mb NIN.... Miz u mmmuaaachhh... Lg ngapain mbakyu?(si o) Lalu sms berikutnya masuk
Dah tidur, non? Blablabla... (mb d)
Maka episode nostalgila sms dimulai Dari seluruh kebersamaan kita, bagian mana yang paling kalian ingat? Kalo aku paling ingat saat-saat naik angkot, ke MPI 'n DT. (n) Iya, aku inget banget. Apalagi kalo angkotnya jalannya lemot, jadinya kita pada tidur semua . Apalagi ook kalo tidur pules banget, srasa di kamar aja. (mb d)
Berbagai macam penyakit memang mudah menular diantara kami bertiga, diantaranya yang paling dahsyat adalah penyakit tidur di angkot, naik angkot di kota bandung emang harus dihadapi dengan kesabaran, dan jawaban atas kesabaran itu diantaranya adalah tidur. Penyakit lain yang subur di rumah MeWah kami adalah penularan kecantikan, kebaikan, kesalihan, deeee... Aku paling inget berbagi ranjang sama kalian. Dah gitu mbak d mimpi syerem eh yang dipeluk aku ma mbak n. Truz minggu pagi dah rusuh dengan swasana pasar tugu, ternyata banyak benar yaa. (si o)
Rumah kami punya dua kamar besar, tapi tak ada diantara kami yang mau tidur sendiri jadinya kami bertiga bertumpuk di satu bed ukuran no 2. Namun posisi harus selalu diubah supaya adil. Di satu malam yang hening, teriakan mb d ngagetin kami. Reflekku segera menenangkan dan mengelus sambil bilang tenang-tenang, ga ada papa ga papa. Tapi yang aku tenangkan adalah si o yang tidurnya tepat disampingku padahal yang teriak adalah mb d yang posisinya ada diseberang sana. Ternyata mbak d mimpi syerem. Sesadarnya kita malah jadi ketawa hwahaha.... Jadi inget satu lagi tentang ketawanya kami. Satu sabtu pagi saat kami sedang bertransaksi dengan tukang sayur, Pak RT lewat dan nyamperin kami "teh, saya boleh menggangu sebentar?" "o silakan pak" "tapi nanti sore saja teh" Kami bertiga saling pandang, "ada apa gerangan?" maka seharian kami setia menunggu Pak RT sambil sibuk menduga-duga ada kepentingan apakah Pak RT datang ke rumah kami. Apakah karena keberisikan kami, kami jadi parno karena sejujurnya rumah kami memang sangat meriah oleh suara-suara merdu kami. Tapi sampai magrib yang ditunggu nggak muncul, yang datang adalah seorang anak laki-laki masih kecil menenteng map yang isinya daftar nama sumbangan untuk acara 17 agustus "teh, saya disuruh Pak RT" Aaahhhh lega rasanya…
Episode Rumah Mewah; nostalgia sms
Posted at 10:31 am by ^Na^
 Permalink
Monday, August 28, 2006
Seorang Bapak pun bisa jelous sama anaknya
Mengawali hari bagiku adalah ngobrol dengan bapak di telpon. Menanyakan kabar apa aja, menceritakan hal-hal yang sebenarnya kemarin dah diceritakan, menanyakan kabar pohon mangga yang tumbuh di samping rumah, dan yang paling terpenting adalah mengabarkan jadwal kepulanganku serta oleh-oleh yang akan dibawa nanti.
Sebulan sudah lewat dari terakhir kalinya aku pulang ke rumah, rasa kangen sudah meluber sampai kemana-mana karena biasanya maksimal satu bulan atau kurang aku pasti pulang kampung. Tapi kali ini sudah sebulan tapi belum pulang, seminggu lagi baru akan pulang.
Tadi pagi Bapak nelpon Cuma untuk ngingetin aku untuk bawa brownis kukus kesukaan Bapak. Telpon pagi-pagi selalu didominasi oleh Bapak, bahkan aku jarang sekali ngobrol sama Ibu karena biasanya jam 6-an Ibu sibuk di dapur yang letaknya agak jauh dari rumah tengah. Tapi tadi pagi aku ngobrol sama Ibu, janjian mau belanja bareng minggu depan kalo aku pulang, janjian untuk ketemu di rumah kakak karena pulangnya aku mendarat di rumah kakak. Trus telpon diminta lagi sama Bapak, wassalam, telpon ditutup.
Barusan ada sms masuk, dari Bapak „nek ke kudus aku melu“ (kalo ke kudus, aku mau ikut). Hihihi... rupanya Bapak cemburu karena aku ngajakin Ibu pergi, padahal kan perginya untuk belanja, emang siy aku ga pernah ngajakin Bapak pergi karena berbagai alasan. Waktu Ibu ke Bandung, Bapak ga ikut karena ada kerjaan yang ga bisa ditinggalin. Waktu kakak n ponakan-2 ke Bandung Bapak ingin sekali ikut tapi lagi-lagi ga jadi karena nginepnya harus terpisah, waktu jalan-jalan ke pantai juga ga ikut karena lagi sakit gigi.
Rupanya Bapakku ingin sekali pergi sama aku lagi, seperti waktu jaman dulu semasa kecilku yang tak pernah ketinggalan bila Bapak pergi. Kini si bungsu sudah 26 tahun tapi tetap aja jadi si bungsunya Bapak.
Seorang Bapak pun bisa jelous sama anaknya
Posted at 01:04 pm by ^Na^
 Permalink
Monday, August 07, 2006
Gak kerasa hari ini aku telah menjumpai tanggal 7 agustus sebanyak 26 kali, hmmm…begitu cepatnya waktu berlalu. Tahun lalu 7 agustus dirayakan di Dufan dengan temen-temen, sedangkan tahun ini bercengkerama dengan hati karena tahun ini harus lebih baik dari yang kemarin. Dalam Al-Mawaidz fi al-Ahadits al-Qudsiyah yang disusun Imam Ghazali, Allah SWT berfirman, ''Wahai anak cucu Adam, kau akan menghadap dengan amalmu. Sejak kau dilahirkan ibumu, umurmu setiap hari digerogoti, setiap hari kau mendekati kuburmu sampai akhirnya kau benar-benar masuk di dalamnya.'' Dalam Al Qur'an umur disebut dalam dua istilah, sinn (usia) dan umur. Usia disebut sinn, yang berarti juga gigi karena gigi menandai usia. Sedangkan kata umur, yang seakar dengan kata ma'mur (makmur), mengandung arti kesinambungan atau ketinggian. Nilai kesejatian umur tidak tampak dari kuantitas umur, tapi kualitas umur. Maksudnya, bisa jadi seseorang berumur panjang namun tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menabung amal saleh. Sehingga, umurnya berlalu tanpa makna. Umur yang berkualitas adalah umur yang diisi secara efektif untuk melakukan kerja-kerja kesalehan, baik kesalehan vertikal (ubudiyah) maupun kesalehan horizontal (muamalah). Kualitas umur tersebut akan lebih nyata terlihat ketika seseorang dijemput sang malaikat maut. Apakah kematiannya ditangisi dan diratapi karena kehilangan, ataukah disyukuri. Tak ada satu manusia pun yang mampu memprediksi berapa umurnya. Oleh sebab itu, yang mampu dilakukan oleh tiap diri adalah bagaimana mengukir kebaikan sebagai prasasti yang tertoreh dalam sejarah hidupnya.
Posted at 04:37 pm by ^Na^
 Permalink
Friday, August 04, 2006
Rasa kantuk menyerang begitu dahsyatnya, kelopak mata serasa digelayuti berkilo-kilo batu. Tak sabar ingin sampai di rumah dan segera merebahkan badan dan mengistirahatkan mata. Tapi sopir angkutan itu tak juga memajukan mobilnya barang sejengkal pun, menunggu penumpang di perempatan jalan. Setelah seorang ibu tergopoh-gopoh membawa beberapa kantong yogya berukuran besar naik ke mobil angkutannya barulah pak sopir menjalankan angkutannya. Kalau tidak bersabar menunggu penumpang mungkin dia tak akan mendapatkan untung apa-apa karena sejak dari terminal leuwipanjang tadi hanya aku seorang yang menumpang mobilnya dan baru ini bertambah seorang lagi penumpang. Kadang kasihan juga dengan para sopir angkot di kota ini, karena begitu banyak angkutan yang beroperasi sehingga sering mereka tak kebagian penumpang. Tapi kadang juga membuat penumpang jengkel karena terlalu lama ngetem sedangkan udara panas dan debu-debu jalanan menyesakkan. Kamar berukuran 3 x 2,5 m ini menawarkan kenyamanan beristirahat setelah bertarung dengan teriknya sinar matahari di tengah hari. Jarum pendek jam menunjuk angka 2 sedangkan jarum panjang tepat berada di angka 6, artinya aku harus segera menunaikan shalat dzuhur dan untuk sementara mengacuhkan godaan empuknya kasur dan bantal. Nasehat pakar kecantikan untuk tidak membasuh muka yang beringat karena bisa menyebabkan tumbuhnya porong tak kuhiraukan untuk segera mengambil air wudhu. Empat rakaat di siang hari telah ditunaikan tanpa berpanjang-panjang. Suara sms masuk menyadarkanku dari lelapnya tidur siang, sms dari bapak di kampung yang mengingatkan aku untuk berpuasa sunah pada tanggal satu rajab yang jatuh pada hari rabu nanti. Kulipat mukena yang tadi tak sempat kurapikan karena keburu diserobot oleh kantuk yang menggila. Lalu berusaha melanjutkan kembali tidur siang yang terpotong, tetapi resah tiba-tiba menyeruak dalam hati dan gelisah menyelimuti. Rasa yang acapkali muncul dengan tiba-tiba tanpa definisi. Sms bapak mengingatkan betapa hangatnya berada diantara keluarga, teringat minggu lalu dikerumuni ariel, arkian dan nadia yang menghabiskan masa liburannya disini, kini menyadari bahwa aku sendiri di negeri orang tak punya seorang pun sanak saudara, hidup tiba-tiba terasa hampa. Hati yang gelisah tak mau berkompromi dengan mata yang masih ingin memejam, berguling ke kanan dan ke kiri membuat hati makin resah. Aku tau tak akan berhasil memaksa untuk melanjutkan tidur. Alunan nasyid sarat dengan nasehat yang biasanya membuat hati menjadi tenang ternyata semakin membuat hati menjadi runyam, karena syairnya menyadarkan betapa dzolimnya diri ini yang masih berkubang dalam kemaksiatan, seperti lumpur hidup yang menarik-narik kaki yang berusaha menyelamatkan diri.
Kala adzan subuh berkumandang Tak terasa hatiku bergetar Teringat akan segala dosa Yang selama ini kulakukan Kurindu ingin segera berjumpa Tuk ungkapkan segala hasrat dan pinta Air mata menetes tak terasa Kusadar segalanya atas ridho dan cinta-Nya Ya allah Hindarkanlah hamba dari beban dan dosa Yang kan lenakanku pada dunia fana Dan kan jatuhkan daku dalam lembah nestapa Ya allah Ingatkanlah hamba atas karunia-Mu Agar diriku tegar dan tegak selalu melangkah di jalan-Mu Kuatkanlah diri ini Menempuh cinta Ilahi Agar damai jiwa ini Agar damai...jiwa ini... *Bestari*
Posted at 05:43 pm by ^Na^
 Permalink
Sociable for Blogdrive - all-in-one: Mini-MEditor, del.icio.us, co.mments, Google Blog Search, Technorati and RSS Feed
|
|
|