...WELCOME TO MY BLOG...




^Na^
Female
Bandung
Bermula dari detik, jam, hari, bulan, tahun...
Begitulah kehidupan ini berjalan, setiap saat kita mengalami peristiwa, atau melihatnya dengan mata kita
Semuanya akan menjadi berharga bila kita mampu mengambil pelajaran darinya...
Blog ini dibuat untuk mencurahkan pengalaman, pemikiran, keinginan dan impian kita
Supaya kita belajar...

buzz me

   

<< August 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




RSS Atom
rss feed


Layout edited from the Huntington template from: BlogDrive
Image from: MorgueFile
Designed by: Uncommon Thoughts

BLOGDRIVE
TEMPLATES
Serenity


Serenity
Wednesday, December 10, 2008
Udah lama bangets

wuihhh dah lama bangets nih ga pernah posting, baru nyadar, barusan pingsan lama pisan...

mungkin karena sejak saat itu udah ada tempat untuk mencurahkan segala perasaan, bukan sekedar ruang kosong untuk diisi segala perasaan tapi lebih dari ruangan berpenghuni dan bertamosfir cinta. hihihi...

banyak hal yang telah terjadi

seseorang (teman lama) menyatakan niat serius

pertimbangan, pemikiran, keputusan, komitmen

pertemuan keluarga

keragu-raguan, perbandingan, kebimbangan, kemantapan

penentuan hari H, persiapan

hari H, 20 April 2008

hidup baru, beda, ada juga yang masih sama

senang, bahagia, tidak sesuai bayangan, kecewa, pemakluman, penerimaan

dicintai, memiliki

mencintai, dimiliki

makhluk kecil tumbuh di dalam rahim, amazing

kesiapan, tanggung jawab, belajar menjadi orang tua

menjalani sambil memperbaiki diri dan keadaan 

 

 

 

 


Posted at 10:45 am by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Tuesday, July 17, 2007
butir butir padi (3)

lihatlah raudhah sekarang, sudah duduk di sekolah dasar, baju merah putih itu manis sekali dibadannya. masalah klasik bagi raudhah adalah kesulitan bangun pagi, dan itu didukung oleh ayahnya, usai shalat subuh pak tamim melanjutkan tidur di kasur raudhah, mendekap bungsunya erat-erat sampe raudhah tersengal napasnya sesak, pak tamim baru akan membebaskan bungsunya pukul 6. raudhah langsung menghambur ke kamar mandi, selesai mandi langsung lari-lari ke kamar, tanpa busana.
ketika naik kelas 2, raudhah mulai merasa malu atau risih apalah didekap sama ayahnya, awalnya karena melihat nada, kakak sepangkuannya meronta melepaskan dekapan ayahnya. kenapa? bapak kan ayah kita sendiri, raudhah mendebat nada yang saat itu sudah kls 5 sd. kan malu tau. sergah nada sengit, nada kan udah bukan anak kecil lagi kayak kamu. pak tamim mahfum, kenyataannya anak-anak terus tumbuh meskipun di mata pak tamim anak-anaknya tetaplah anak-anak, selalu terlihat masih kecil yang biasa dibopong dan diletakkan dipundaknya, kaki kanan dan kiri mengempit kepalanya.
sejak saat itu raudhah juga pingin malu didekap ayahnya, begitu mendengar ayahnya ambil air wudhu untuk melaksanakan shalat subuh, raudhah bergegas bangun, ikut shalat subuh dan tidak tidur lagi setelah shalat, sebagai gantinya raudhah mengganggu bunda di dapur, sehingga sepagi itu dapur bunda meriah sekali karena ocehan dan tingkah raudhah.
selain sekolah sd di pagi hari raudhah juga ikut sekolah arab kalo siang, sekolah madrasah tapi mreka biasa menyebutnya sekolah arab, karena disana diajarkan bahasa arab. sepulang sekolah pagi, raudhah bersiap-siap berangkat sekolah arab, menghapal kitab tarikh atau tajwid di beranda rumah, menutup mata sementara menghapal dengan suara keras setengah berteriak. padahal sebenarnya tidak perlu berteriak sama sekali tapi tanpa sadar suaranya nyaring saking semangatnya.
semangat raudhah membakar semangat pak tamim untuk menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya meski harus menggadaikan mahar ibu tamim untuk membiayainya.

sungguh tiap tetes peluh pak tamim tak akan sia-sia.

Posted at 11:38 am by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


jembatan KESABARAN

namanya jembatan KESABARAN, menghubungkan satu gurun yang gersang dan sepi dengan taman yang indah semarak dengan warna-warni bunga dan kicau burung bersahutan.

melewatinya harus hati-hati, karena sangat sempit dan mudah goyah. bila tak berpegangan erat pada tali yang kuat akan mudah terjengkang, jatuh ke derasnya aliran sungai yang keruh berpolusi.

namun hidup mengharuskan engkau berhijrah dari satu persinggahan ke persinggahan lain yang lebih baik.

Posted at 11:08 am by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Thursday, July 12, 2007
senewen

hari ini begitu sensi dan senewan gara-gara printer ngadat aja bikin nangisss hiks hiks dan yang lain-lain bikin senewen tapi tak juga bisa berpaling dari pekerjaanku hari ini astagfirullah

Posted at 01:42 pm by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Friday, June 29, 2007
butir butir padi (2)

Sebenarnya kelahiran raudhah tidak direncanakan oleh keluarga Tamim, tapi bukan berarti tidak diinginkan. Raudhah lahir setelah tiga tahun kelahiran kakaknya, nada. Keluarga Tamim berniat membatasi 3 anak saja cukup, mungkin agak lebih dari program kb pemerintah, karena pemerintah kurang gesit menerapkan aturannya jadi keduluan dengan kelahiran anak-anak pak tamim. Setelah kelahiran nada, bu tamim ikut program kb suntik. Tapi setelah setahun bu tamim merasa ada yang tumbuh di rahimnya, maka dengan ditemani pak tamim periksa ke dokter kandungan, ternyata benar, janin di kandungan bu tamim sudah masuk usia 2 bulan. Tapi sepasang suami istri itu tak sedikitpun merasa kecewa atau kecolongan. Bahkan pak tamim sangat menyayangi janin yang belum berbentuk dalam rahim istrinya itu.
Kelahiran raudhah menyita perhatian seluruh keluarga, merebut singgasana ragil yang telah disandang nada tiga tahun ini. Nada cemburu sangat cemburu dan merasa tersisih. Dengan suara sedih dia bilang kepada bundanya "bu, nada sekarang bukan lagi anak ragil tapi anak sapi ya", ah nada, jangan cemburu, karena minum susu sapi bukan berarti kamu jadi anak sapi nak. Kehadiran raudhah benar-benar membuat nada cemburu bukan kepalang, dia benci bayi raudhah yang mengambil predikatnya sebagai ragil kuning. Anak ragil atau bungsu pada umumnya diberikan previlage tersendiri dalam sebuah keluarga di kampong mereka, misalnya predikat ragil kuning mesti sehitam apapun kulitnya.
Raudhah tumbuh menjadi anak ragil yang benar-benar ragil dan ingin diperlakukan secara ragil banget. Raudhah punya karakter temper tantrum dan ingin menang sendiri. Tapi keluarga tamim tak pernah memperlakukannya sebagai anak bungsu yang istimewa dan itu membuat raudhah frustasi, kenapa dia tak seperti nora, bungsu keluarga sani yang selalu dimanjakan. Justru kebalikannya, raudhah hanya anak paling kecil yang paling sering disuruh kakak-kakaknya. Kak ahmad bilang, "ibu menyuruh aku, lalu aku boleh menyuruh shofi, lalu shofi boleh menyuruh nada, lalu nada boleh menyuruh raudhah, begitulah hirarkinya", raudhah jadi sedih sekali, dia merasa jadi ragil termalang di dunia.
Suatu hari, ada kiriman oleh-oleh dari keluarga akbar yang tinggal tepat disebelah rumahnya, ½ loyang bolu vespa, disebut vespa karena bentuknya bulat seperti roda vespa. Maka anak-anak pak tamim berebut bolu itu, raudhah si ragil dapat kehormatan untuk membagi-bagi bolu tersebut, tapi dia memotong dengan ukuran yang tak simetris, satu potongan yang paling besar yang diletakkan paling dekat dengannya. Tapi bu tamim membagi lagi tugasnya, karena raudhah yang membagi maka sekarang giliran kak ahmad yang akan memilih duluan, tentu saja kak ahmad mengambil irisan yang paling besar. Raudhah protes "kan aku yang udah capek-capek membagi harusnya aku yang dapat irisan paling besar", tapi protes raudhah justru membuat seluruh anggota keluarga tertawa terpingkal-pingkal. Raudhah jadi tambah gondok, gondok sekali hampir satu kilo bergatung di lehernya, itu siy gondong akibat kurang iodium.
Kak ahmad paling usil, senang sekali menggoda raudhah kecil, katanya "dede raudhah itu sebenarnya bukan anak bapak, waktu itu sewaktu bapak melewati jembatan mendengar suara tangis anak bayi dari bawah jembatan, ternyata ada anak bayi dalam sebuah keranjang, karena kasihan lalu bapak membawanya pulang dan dirawat seperti anaknya sendiri, diberi nama raudhah". Raudhah percaya dengan cerita kak ahmad, raudhah sangat sedih sekali dan mengadu pada ibunya, "trus siapa orang tua raudhah?", beberapa waktu kemudian baru raudhah dapat jawabannya, raudhah adalah anak seorang raja yang sangat kaya raya, suatu saat nanti kalo sudah besar ayahnya yang seorang raja akan menjemputnya pulang ke istana yang sangat indah, dan raudhah melanggar batas kenyataan dan khayalan, masa-masa selanjutnya raudhah sering melanggar batas itu.
Di hari ulang tahunnya yang ke-5, raudhah dapat kado istimewa dari ketiga kakaknya, sebuah boneka bayi. sebelumnya raudhah pingin sekali punya adik tapi sepertinya orang tuanya sudah tak sanggup lagi menambah beban tanggungan.
Maka raudhah senang sekali menerima hadiah boneka dari kakak-kakaknya, diberi nama tony dan ada kendurian bubur merah putih saat acara pemberian nama.
Raudhah sayang sekali pada tony, digendong, disuapin, dikelonin, dimandiin, ga pernah lepas darinya sampai raudhah masuk sekolah sd.
Satu-satunya kemenangan raudhah atas posisinya sebagai ragil dalam keluarganya adalah dia boleh tidur diantara bapak-ibunya, lalu dia akan membagi-bagikan bagian-bagian tubuhnya untuk kedua orang yang sangat disayanginya itu. Tangan kanan untuk ibu, tangan kiri untuk ayah, kaki kanan untuk ibu, kaki kiri untuk ayah, pipi kanan untuk ibu pipi kiri untuk ayah, dan seterusnya, sehingga dia akan tidur dengan posisi telentang mengkangkang tak sopan, dengan kaki dan tangan kanan ditunggangkan pada tubuh ibu dan kaki tangan kiri ditungggangkan pada tubuh ayah. Lalu dia bernyanyi riang "cintaku terbagi dua…sayangku terbagi dua…"
Saat mulai sekolah tk, raudhah hobi sekali menyayi, maka setelah isya dia akan membuat konser tunggal yang salam pembukanya selalu sama  "bapak dan ibu, raudhah akan menyanyikan lagu oh ibu dan ayah, satu dua tiga; …oh ibu dan ayah selamat pagi, kupergi sekolah sampai kan nanti….",  penonton setianya hanyalah ayah dan ibunya akan akan bertepuk tangan di akhir lagu. "lagu selanjutnya adalah desaku, satu dua tiga; …desaku yang kucinta, pujaan hatiku, tepat ayah dan bunda, dan handai taulanku…", dan konser baru akan berakhir bila raudhah sudah haus dan ngantuk.
Selanjutnya raudhah akan memaksa ayah dan ibunya mendongengkan cerita-cerita legenda, yang paling disukainya adalah cerita tentang kejadian rawa pening, cerita itu diulang-ulang mungkin sudah puluhan kali oleh ibu tamim. Tapi bu tamim punya dongeng jitu untuk raudhah, dongeng tentang seorang ibu dengan 2 orang anak kembar, namanya stip dan stop. Ibu pergi ke pasar dengan stip, siapa yang tidak diajak ibu ke pasar? "Stop" raudhah menjawab lantang. "stop, jadi cerita ibu dah selesai karena di stop oleh raudhah", raudhah tersungut-sungut sedangkan bu tamim tersenyum menang karena kalo tidak seperti itu bu tamim tak akan bisa istirahat karena raudhah ingin mendengar dongeng terus dan terus.
Setiap pergi sekolah, raudhah diantar oleh ibunda naik sepeda mini, sebelum masuk kelas raudhah selalu minta dibelikan bubur sumsum yang disiram larutan gula aren diatasnya, raudhah juga suka sekali gulali, raudhah gemar makanan manis-manis yang membuat giginya gigis. Bila giginya sakit, pak tamim akan membawanya ke dokter gigi di kota, raudhah tak takut pada dokter gigi, karena setelah giginya dicabut, pulangnya ayah akan membelikan alat-alat tulis dan keperluan sekolah lainnya, maka tak akan ada rasa sakit yang menghalanginya untuk mendapatkan kotak pensil baru.

Posted at 10:46 am by ^Na^
Comment (1)  


Monday, June 25, 2007
24 Juni 2007; a note

Promosi tak tepat dari provider telp selular menyebabkanku menumpuk hampir 200 sms gratis dari jam 10 malam hingga 7 pagi yang tak pernah terpakai, tapi sayang juga bila tak dipakai sedikitpun dan hanya ditimbun begitu saja, tak apalah pagi-pagi sekali bangun tidur dengan mata yang masih enggan untuk membuka harus dipaksa untuk sedikit terbuka. Mengetik sederet kata-kata sapaan pagi kepada sahabat-sahabat lama untuk sekedar mananyakan kabar mereka dan bukan berbagi kabarku sendiri karena belum ada yang berubah pada nasibku sejak terakhir bertemu hampir dua bulan yang lalu.
Bagaimana dengan kondisi calon-calon ibu muda yang sedang mengandung anak pertamanya, ibunda dan buah hatinya devon yang sangat menggemaskan dengan tubuh bulatnya dan mata sipitnya yang hanya segaris mewarisi mata sipit ayah bunda serta nenek-nenek moyangnya. Juga jomblo yang masih dalam pencarian "pangeran" yang akan menyelamatkannya dari pelosok pulau kalimantan.
Maka sapaan balas berbalas, mengabarkan keadaan masing-masing, dan kabar mengejutkan datang dari dia dalam kisah percintaannya yang menurutku sangat pelik, tapi mungkin nggak separah itu menurutnya, tapi tetap saja membuat aku gusar, ada rasa tak rela dan kecolongan tapi tak tau harus berbuat apa.
Pencarian pasangan hidup memang satu hal yang tak bisa digampangkan, karena tanpa prinsip yang dipegang teguh dapat membuat salah arah. Aku dan dia adalah dua yang tersisa dari lima sekawan yang terikat dalam tali persahabatan dan persaudaraan sejak masa kuliah hampir satu dasawarsa lalu.
Mendatangi majlis ilmu mungkin dapat memberiku inspirasi pagi itu, berkumpul dengan orang-orang sholeh berharap akan tetap terjaga minimal dalam lingkungan yang kondusif dan berharap bertemu dengan orang yang tepat. Tua, muda, yang sudah berkeluarga maupun yang masih sendiri berkumpul dalam majlis ini, tentunya punya satu tujuan yang sama yaitu untuk menimba ilmu ditambah dengan harapan yang tersimpan dalam sudut hati masing-masing.
Bagiku datang ke majlis ini tak hanya untuk mendengarkan pencerahan dari sang ustad, tapi lebih dari itu untuk mencari buku-buku baru terutama novel. Penjual buku langgananku selalu menginfokan buku-buku baru dan best seller, dan novel must read yang direkomendasikan kali ini adalah tetralogi laskar pelangi.
Lalu hari itu diakhiri dengan menikmati sepenggal kisah masa kanak-kanak sang penulis, aku jatuh cinta padanya seperti pada Ayat-Ayat Cinta, Hafalan Shalat Delisa, Taman Sunyi Sekala dan lantunan nasyid Sammy Yusuf.

Posted at 04:01 pm by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Tuesday, June 19, 2007
all about strawbery

nadia, 4 tahun, ponakanku yg paling cantik. saat ini lg gandrung banget sama strawbery. tadi pagi telpon aku, minta dibelikan oleh-oleh strawbery. maka hari itu aku hunting segala macam about strawbery; baju, bedcover, tirai, boneka bantal dan tas yang semuanya bergambar strawbery. manis sekali...

weekend aku mudik, mudik rutin tiap bulan atau bahkan kurang dari satu bln. nadia sudah menanti-nanti kepulanganku, jam 3 dinihari aku sampai di kota kelahiranku. sopir bis sudah hafal betul tempat aku akan turun, 'itu kan mbak yg banyak anak2 kecil'. memang benar, biasanya klo aku pulang, nadia, ariel, arkian dan ibunya sudah menungguiku di depan gang. tiap ada bis malam yg melintas mereka akan berteriak-teriak memanggil aku, heboh. tiap kepulanganku ariel pun akan sangat senang menginap di rumah nadia, karena disanalah aku akan singgah, siang harinya baru pulang ke rumah orang tuaku. yang paling senang nadia tentunya, karena dia dpt oleh-oleh yang paling banyak, cari pernak-pernik buat anak cewek memang paling gampang tidak seperti anak cowok, padahal aku sudah berkeliling pasar baru seharian namun hanya menemukan setelan baju buat arkian n ariel. untungnya mereka nggak saling ngiri satu sama lain.

nadia sibuk sekali dengan all about strawberynya, bajunya langsung dicoba. dia merengek minta dimandikan karena mau pakai baju baru, padahal jam baru menunjukkan jam 4 dinihari. nadia, kamu makin cute dengan baju strawbery itu nak.

Posted at 04:09 pm by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Monday, June 18, 2007
butir butir padi

padi sudah menguning tanda sebentar lagi panen akan segera tiba, musim yg akan disambut sukaria oleh keluaga pak tamim, kecuali raudhah, bungsu keluarga tamim yang masih duduk di kelas 3 sd, ia sebal manakala musim panen tiba, artinya ia akan mendapat banyak tugas tambahan, membantu ibunya di dapur, mencuci peralatan bekas makan, mengantar makan siang ke sawah untuk kuli yg bekerja di ladang ayahnya, kadang juga ikut memetik kacang ijo apabila musim panen palawija. pak tamim adalah seorang petani yang sangat ulet, dari satu petak sawah pemberian orang tuanya dulu kini sudah berkembang menjadi berhektar-hektar. tapi pak tamim adalah orang yang sangat bersahaja, tetap bekerja di ladang bersama orang-orang yg bekerja padanya. kepada anak-anaknya yang 4 orang bliau mengajarkan tentang kerja keras. tapi raudhah yg msh duduk di kelas 3 tidak sependapat dgn ayahnya. karena setiap hari ia hrs menunggui padi yg sedang dijemur, menghalau burung dan ayam yg merubungi padinya sementara teman-temannya bermain congklak. ia sedih sekali, kenapa dilahirkan sebagai anak pak tamim yang seorang petani. kenapa nggak dilahirkan sebagai anak pak lurah, atau kenapa ibunya dulu tak menikah dengan pak yudha yg seorang dokter dan justeru memilih pak tamim. raudhah bertanya pada hatinya, bukankah dia dan nadia tidak ada bedanya, dia bernapas dg hidung seperti juga nadia putri semata wayang pak lurah, sama-sama punya kaki, tangan, kepala dan mulut. tapi kenapa ia harus berjemur di bawah terik mentari menyapu sisa-sisa jerami yang masih bercampur dengan padinya. sementara nadia sedikitpun tak pernah menyentuh padi yang bisa membuat kulitnya gatal-gatal.

Sungguh raudhah masih kecil, tak menyadari nilai-nilai yang ditanamkan oleh ayahnya kelak akan menjadikannya manusia yang arif.

siang hari itu mendung tiba-tiba menyelimuti langit, pak tamim yg sedang berbaring di bale-bale depan rumah bergegas memakai kaos oblongnya, memakai topi sma punya ahmad yg kini tak dipakai ahmad lagi dan menyambar sekop untuk menggaruk padi yg sedang dijemur dihalaman. sambil berteriak memanggil anak-anaknya, ahmad, shofi, nada dan raudhah. si bungsu raudhah dan kakak-kakaknya sigap mengambil alat masing-masing, ahmad mengambil sekop untuk membantu ayahnya, shofi, nada, dan raudhah mengambil sapu lidi membersihkan padi yang tidak terbawa oleh sekop. mereka bekerja cepat sekali, tapi hujan tak mau sabar menunggu sampai pekerjaan mereka selesai. dalam guyuran hujan deras mereka tetap melanjutkan mengumpulkan padi, tapi semua padi basah kuyup diguyur hujan. maka sia-sialah kerja mereka mengeringkan padi hari itu. beberapa hari ini hujan turun hampir setiap hari hingga padi pak tamim tidak bisa kering dan harga jualnya makin turun. tapi semangat pak tamim tak pernah turun. raudhah sangat patuh pada orangtuanya, tak pernah menolak perintah ayahnya, tapi hati kecilnya sering berkhayal andai saja ayahnya lurah atau camat atau dokter tentu ia tak akan bekerja sekeras ini. 

Sungguh raudhah masih kecil, tak menyadari didikkan ayahnya kelak akan menjadikannya seseorang yang tak mengenal putus asa.

kala malam tiba, seluruh keluarga berkumpul di ruang tengah, mendengarkan sandiwara radio ibuku malang ibuku tersayang, ditemani pisang goreng atau ubi goreng buatan ibu tamim, raudhah membayangkan keluarganya seperti dalam cerita tersebut, dan damayanti adalah dirinya, ia begitu menjiwai perannya dan sangat bahagia meski hanya khayalan saja. dan raudhah senang menirukan sountracknya dengan suaranya yang datar tanpa irama, "ibuku malang... ibuku tersayang...tatap matamu satu..."
bila malam menjelang rasa penat pun datang setelah seharian bekerja keras, bila sudah spt itu pak tamim akan menyuruh anaknya memijat sekujur badannya, dan yg paling disukai adalah pijatan raudhah, kata ayahnya tangan raudhah adalah tangan yg hebat karena pijatannya ampuh menghilangkan penat, maka raudhah memijat ayahnya dengan semangat, sambil bercerita tentang teman-temannya di sekolah, tapi raudhah merasa waktu berjalan sangat lambat karena ayahnya belum menyuruh berhenti.
bulan ramadhan adalah waktu yang paling disukai raudhah, karena saat berbuka ibunya akan menyediakan banyak makanan yg enak-enak. pertengahan bulan ramadhan raudhah dan saudaranya akan mendapatkan baju baru untuk lebaran, biasanya mereka akan dibelikan baju yg sama sehingga mirip robongan anak panti asuhan. maka pak tamim akan pergi ke kota membeli baju untuk mereka, raudhah ingin sekali ikut ayahnya belanja baju ke kota, tapi yg diajak adalah nada supaya nyari ukuran bajunya lebih mudah, satu no lebih besar untuk sofi dan satu no lebih kecil untuk raudhah. masuk akal sekali alasan ayahnya shg ia tidak protes, dia mewanti-wanti nada kakaknya untuk memilih model baju yg berenda, banyak sakunya dan warnanya pink. seharian raudhah menunggu ayah dan nada, waktu terasa lambat sekali berlalu. ayah dan nada tiba di rumah membawa kantong besar sri ratu, raudhah senang sekali dengan baju barunya, dicoba berkali-kali sambil ngaca di cermin yg menempel di daun pintu lemari, ia seperti melihat rapunzel di cermin lalu senyum-senyum sendiri. malam itu raudhah tidur ditemani baju baru disampingnya, esok harinya raudhah coba lagi baju barunya, bu tamim bilang jangan terlalu sering dicoba nanti tidak kliatan baru lagi, maka baju lebaran itu dilipat dan disimpan di lemari. raudhah mulai menghitung hari, menanti lebaran.

Sungguh raudhah masih kecil, tak menyadari ajaran ayahnya kelak akan menjadikannya seseorang yang penuh dengan rasa kasih sayang.

waktu terus berjalan dan masa demi masa berganti, ahmad melanjutkan kuliahnya di kota, shofi dan nada belajar di pesantren di jatim, kini tinggal raudhah sendiri di rumah, ia seringkali kangen dengan sodara-sodaranya, ia kangen berebut makanan dengan kakak-kakaknya, dan ia lebih kangen lagi manakala panen tiba sehingga ia akan sendirian menunggui gabah yg sedang di jemur, tak ada tawa gembira dgn kakak-kakaknya spt dulu, tak ada lg kejar-kejaran dgn kak ahmad. waktu terus berlalu dan masa demi masa berganti. kini raudhah sudah hampir menyelesaikan kuliahnya. saat wisuda, ayah ibu kakak dan ponakan mendampinginya.

Butir-butir padi mengantarkannya menjadi seorang sarjana
Cangkul, caping dan peluh Ayahanda membawanya menjadi seorang sarjana
Doa khusuk Ibunda mengiringinya menjadi seorang sarjana

Butir-butir padi membawanya terbang ke cakrawala mengelilingi dunia
Senyum bahagia keluarga menyambutnya kembali ke kampong halamannya
tanah tumpah darahnya


Posted at 02:01 pm by ^Na^
Comment (1)  


Thursday, June 14, 2007
Cara Cerdas Menjemput Jodoh

Beberapa waktu yang lalu aku mengikuti sebuah dialog interaktif bertema "Cara Cerdas Menjemput Jodoh". Menggunakan istilah menjemput karena setiap manusia telah disiapkan jodoh masing-masing, tinggal bagaimana upaya kita menjeputnya.

It's amazing karena dari peserta yang jumlahnya lebih dari 200 orang, ikhwannya tak lebih dari 25 orang saja. Banyak yang seusiaku pun banyak yang lebih senior dari aku, beberapa diantaranya bukanlah wajah asing bagiku karena sudah beberapa kali bertemu dalam majlis rutin ahad pagi di kawasan Gerlong ini.

Narasumber dialog ini adalah ustadzah Mimin, sedangkan moderatornya adalah suami ustadzah Mimin sendiri, duet yang sangat kompak bukan?

Ada sebuah ilustrasi menarik yang disampaikan ustadzah Mimin pada pembukaan dialog ini. Dua bulatan pada masing-masing garis lurus menggambarkan dua orang yang berpasangan. Setiap manusia memiliki pasangan masing-masing, mula-mula berjauhan, kemudian bergerak saling mendekat, lalu ada yang dipersatukan dalam jarak dan waktu, namun adapula yang berhenti dalam jarak yang tak terlalu jauh tapi tak bertemu atau bahkan ada yang makin menjauh. Jangan-jangan begitulah yang terjadi pada kita, jodoh kita sebenarnya sudah ada di depan mata, tapi karena amalan yang buruk sehingga kita tak segera dipersatukan.

Allah pasti memberi pasangan hidup bagi setiap orang, namun tidak semua orang mudah menemukan belahan jiwanya, ada yang cepat ada yang lambat bahkan ada yang tidak pernah menemukan di dunia tapi di surga. Bagi yang dilambatkan, ini menjadi ujian tersendiri, jika mampu menghadapinya dengan sabar dan berserah diri pada-Nya pasti Allah akan membalasnya dengan kenikmatan surga.

Cara Cerdas Menjemput Jodoh, tips dari narasumber 

1.  Berdoa dan perbanyak beramal shaleh

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang AKU, maka (jawablah), bahwa AKU sangat dekat, aku mengabulkan permohonan orang yang memohon kepadaKU, …" (Qs. 2:186)

"Qadha (ketentuan Allah) takkan tertolak kecuali dengan doa …" (HR Tirmizi)

"Sesungguhnya Tuhan kalian sangat malu dan pemurah, IA malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangannya lalu mengembalikannya dalam keadaan hampa (tanpa hasil)" (HR. Abu Daud)

2.  Beramal shaleh, berbakti kepada orang tua, perbanyak sedekah, menolong orang. Lalu seperti apakan amalan kita selama ini? Pantas saja kalo sampei sekarang belum juga dipertemukan, hehehe…

3.  Memiliki persepsi positif

"Aku selalu sesuai dengan persangkaan hambaKU kepadaKU. Dan aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepadaKU. Dan jika ia ingat padaKU dalam jiwanya, maka AKU pun mengingatnya dalam Zat-KU. Dan jika ia ingat padaKU ditempat ramai, AKU pun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat padaKU sejengkal, AKU pun mendekat kepadanya sehasta. Jka ia mendekat sehasta, Aku pun mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia dating kepadaKU dengan berjalan, AKU pun akan dating kepadanya dengan berlari cepat" (Hadist Qudsi)

4.  Kepada diri sendiri, hendaknya lebih mengenal diri sendiri
5.  Kepada jodoh, hendaknya jangan terlalu ideal, setiap orang punya kekurangan. Jadikanlah kita sebagai criteria yang ideal.
Jika kita mengharapkan jodoh yang baik maka jadilah orang yang baik, karena hati yang baik akan bertemu dan bersinergi dengan hati yang baik. Hati yang buruk akan berhimpin dengan hati yang buruk pula.

Selamat berjuang.... Good Luck

 


Posted at 09:23 am by ^Na^
Comments (3)  


Wednesday, June 13, 2007
Strange Lovely Ariel Nazam

Ariel Nazam, 6 tahun, ponakanku. Akhir-akhir ini dia bersikap aneh dan berubah-ubah. Awalnya sekitar dua bulan yang lalu. Ariel mengeluh sakit perut, sakit sekali sampai meringis menahannya, Ariel juga nggak mau makan, sudah diperiksakan ke dokter tapi tak juga ada perubahan. Yang menambah panik kami sekeluarga adalah perubahan sikapnya, Ariel kecil jadi anak yang sangat penakut, takut melihat orang lain selain Ibunya (Mbak Lis), Mbah As, Mbah Marwah, Mbah Teguh, Mbah Sulan dan aku dan hanya mau digendong oleh kami, Bahkan Ariel juga takut sama Bapaknya dan nggak memperbolehkan Bapaknya mendekat. Ariel nggak berani sendirian, malam hari sulit tidur, sehingga kami harus bergantian menggendong dan menemaninya.

Ariel kecil menjadi anak yang sangat religius, dia selalu memegang tasbih seperti orang berdzikir, katanya biar perutnya nggak sakit, dia juga rajin ikut sholat berjamaan bersama kami. Ariel yang biasanya bermain sepanjang hari di rumah atau di rumah tetangga, kini hanya diam di rumah saja. Aku nggak tega melihatnya, aku ajak dia menggambar untuk menghiburnya (itu hobi yang paling disukainya, lantai dan dinding kami penuh dengan coretan kapur dan spidolnya), tapi sepertinya dia sedang tak bersemangat dan mengeluh " mbak, kenapa buku gambarnya bergerak-gerak terus?" padahal bukunya sama sekali nggak bergerak dan tak ada angin yang bisa membuatnya bergerak. Lalu aku ajak dia main game pinball di komputer, pinball banyak lampu kelap-kelip yang indah, Ariel kecil bertanya "Mbak, apakah ini syurga?", aku tersentak mendengar pertanyaannya, aku tak punya jawaban yang tepat untuknya, aku hanya bilang, "bukan sayang, ini hanya game pinball yang suka dimainkan Mbah Teguh, yuk kita main". Anak usia 6 tahun sudah memiliki bayangan tentang syurga yang sangat indah.

sementara aku Ya Allah, tak bisa membayangkan keindahan syurgaMu yang telah Kau jelaskan dalam Kitab SuciMu.

Ariel kecil juga bertanya pada Mbah As, ibuku, "Mbah, kenapa kulitku jadi hitam, hitam sekali seperti tanah, apakah aku akan jadi tanah?", dan kami hanya bisa berpandang-pandangan.

 Ya Allah, Ariel Nazam masih kecil, tapi dia sudah berpikir tentang kematian, sementara kami jarang sekali memikirkan kematian, bahkan menganggap tabu berbicara kematian dan selalu menghindari membicarakan kematian yang pasti akan datang.

Ariel ingin kami semua berkumpul selalu di sekelilingnya, bila ada satu dari kami nggak ada, dia akan mencarinya. Sementara sakit perut Ariel masih belum reda, Ariel masih sering meringis menahan sakit. Akhirnya kami bawa dia ke Rumah Sakit. Di RS, ariel tak begitu rewel seperti di rumah, pun kelihatan tidak sakit dan ceria seperti sebelumnya, dua hari dirawat dan sudah diijinkan pulang ke rumah.

Hari-hari setelah itu sampai hari ini, Ariel sering berubah mood, kadang dia jadi anak yang sangat nakal, koleksi vcd di rumah dimasukkan dalam bak mandi, setiap orang diledeknya, anak kecil bahkan orang sepuh, suka sekali beli (tanpa bawa duit) di warung tetangga benda-benda yang tidak dibutuhkannya dan beli segala mainan di sekolahnya (padahal dia tidak bawa uang, jadi penjualnya datang ke rumah minta bayaran).

Beberapa hari yang lalu, Ariel nginep di rumah Budhe Umi, mbakku. Ariel seperti yang dulu, banyak bicara dan mudah akrab sama siapa aja, main dengan Nadia dan Arkian (anak-anak mbak umi). Kembali ke rumah, Ariel jadi beda lagi. Dia mengeluhkan pohon-pohon yang tinggi-tinggi dan besar di halaman rumah Mbah Sopha (tetangga sebelah rumah) "kenapa nggak dibersihkan, kenapa nggak ditebang aja supaya nggak membuat Ariel takut". Padahal dulu, Ariel berani sekali lewat di depan rumah itu, sendirian.

Tiga hari yang lalu aku telpon bapak di rumah, menyakan kondisi Ariel, yang aku dengar adalah suara Ariel yang ceria dari seberang sana. Aku lega.

Tadi pagi aku telpon Bapak lagi, menanyakan kabar Ariel, "Ariel sering sekali nangis, mudah ngambek, mudah marah, galak sekali sama ibunya", padahal dulu Ariel tipe anak yang nurut dan nggak mudah nangis.

Ariel Nazam sayangku, ada apa denganmu nak? apa yang sedang kau rasa? Ceritakan semua pada mbak lut.
Ya Rabb, lindungi Ariel Nazam.


Posted at 09:02 am by ^Na^
MaNgGa KoMenTarNya...  


Sociable for Blogdrive - all-in-one: Mini-MEditor, del.icio.us, co.mments, Google Blog Search, Technorati and RSS Feed
Next Page