|
Semalam adalah nostalgila sms dengan saudara penghuni rumah MeWah. Sms alert menghardikku di keheningan malam, sebuah sms dari teman selayak adikku. Mb NIN.... Miz u mmmuaaachhh... Lg ngapain mbakyu?(si o) Lalu sms berikutnya masuk Dah tidur, non? Blablabla... (mb d) Maka episode nostalgila sms dimulai Dari seluruh kebersamaan kita, bagian mana yang paling kalian ingat? Kalo aku paling ingat saat-saat naik angkot, ke MPI 'n DT. (n) Iya, aku inget banget. Apalagi kalo angkotnya jalannya lemot, jadinya kita pada tidur semua . Apalagi ook kalo tidur pules banget, srasa di kamar aja. (mb d) Berbagai macam penyakit memang mudah menular diantara kami bertiga, diantaranya yang paling dahsyat adalah penyakit tidur di angkot, naik angkot di kota bandung emang harus dihadapi dengan kesabaran, dan jawaban atas kesabaran itu diantaranya adalah tidur. Penyakit lain yang subur di rumah MeWah kami adalah penularan kecantikan, kebaikan, kesalihan, deeee... Aku paling inget berbagi ranjang sama kalian. Dah gitu mbak d mimpi syerem eh yang dipeluk aku ma mbak n. Truz minggu pagi dah rusuh dengan swasana pasar tugu, ternyata banyak benar yaa. (si o) Rumah kami punya dua kamar besar, tapi tak ada diantara kami yang mau tidur sendiri jadinya kami bertiga bertumpuk di satu bed ukuran no 2. Namun posisi harus selalu diubah supaya adil. Di satu malam yang hening, teriakan mb d ngagetin kami. Reflekku segera menenangkan dan mengelus sambil bilang tenang-tenang, ga ada papa ga papa. Tapi yang aku tenangkan adalah si o yang tidurnya tepat disampingku padahal yang teriak adalah mb d yang posisinya ada diseberang sana. Ternyata mbak d mimpi syerem. Sesadarnya kita malah jadi ketawa hwahaha.... Jadi inget satu lagi tentang ketawanya kami. Satu sabtu pagi saat kami sedang bertransaksi dengan tukang sayur, Pak RT lewat dan nyamperin kami "teh, saya boleh menggangu sebentar?" "o silakan pak" "tapi nanti sore saja teh" Kami bertiga saling pandang, "ada apa gerangan?" maka seharian kami setia menunggu Pak RT sambil sibuk menduga-duga ada kepentingan apakah Pak RT datang ke rumah kami. Apakah karena keberisikan kami, kami jadi parno karena sejujurnya rumah kami memang sangat meriah oleh suara-suara merdu kami. Tapi sampai magrib yang ditunggu nggak muncul, yang datang adalah seorang anak laki-laki masih kecil menenteng map yang isinya daftar nama sumbangan untuk acara 17 agustus "teh, saya disuruh Pak RT" Aaahhhh lega rasanya… |
| d-wie August 31, 2006 11:16 AM PDT baca tulisanmu ini aku jd ketawa-ketiwi sdr :-D , jd kngen ama kalian b'2, kngen ama rumah MeWah kita, ama jln2 n kemacetan bdg, kngen ama smuanya d............ Girl.....Mizzzz u all........... | ||
| Leave a Comment: |