|
*** Aku mengenalnya dalam perjalanan bis Semarang – Bandung. Perkenalan yang sangat biasa dan tak berkesan apa-apa, apalagi dengan kaos oblong yang warnanya sudah agak pudar, celana yang cingkrangnya nanggung, serta sandal swallow warna biru yang mengalasi kakinya. Sangat tidak modis kalo tidak bisa dikatakan tak menarik. Tapi entahlah perkenalan tak sengaja itu meninggalkan sebercak kesan yang mendalam. Figure seorang pemimpin yang mengayomi dan menularkan rasa tenang. Sehingga diam-diam ada suara yang dari dasar hati menginginkan pertemuan itu berulang lagi. Ditimpali oleh suara dari sudut hati yang lain. Inikah makhluk yang Kau ciptakan untukku Tuhan? *** Satu sore yang redup, duduk di satu pojok ruang tunggu bengkel yamaha, menunggu mio yang sedang siservis. Badan sudah lelah setelah seharian bergelut menyelesaikan pekerjaan kantor. Andai ada kasur disana mungkin badan ini sudah menyerah diatasnya. Acara TV diruangan itupun tak mampu menggoda perhatian, mata hanya memandang kosong menyapu seisi ruangan, lalu terbentur dengan sepasang mata yang diam-diam memperhatikan dari balik dinding kaca. Perasaan malu kontan menarik mata masing-masing untuk segera menunduk tapi seulas senyum di bibir tak mampu disembunyikan. Tuhan, diakah orang yang telah Kau ciptakan untukku supaya lebih mencintaiMU? Tuhan, bisikanmukah ini ataukah hanya tipu muslihat syetan? |
| Leave a Comment: |