Entry: 24 Juni 2007; a note Monday, June 25, 2007



Promosi tak tepat dari provider telp selular menyebabkanku menumpuk hampir 200 sms gratis dari jam 10 malam hingga 7 pagi yang tak pernah terpakai, tapi sayang juga bila tak dipakai sedikitpun dan hanya ditimbun begitu saja, tak apalah pagi-pagi sekali bangun tidur dengan mata yang masih enggan untuk membuka harus dipaksa untuk sedikit terbuka. Mengetik sederet kata-kata sapaan pagi kepada sahabat-sahabat lama untuk sekedar mananyakan kabar mereka dan bukan berbagi kabarku sendiri karena belum ada yang berubah pada nasibku sejak terakhir bertemu hampir dua bulan yang lalu.
Bagaimana dengan kondisi calon-calon ibu muda yang sedang mengandung anak pertamanya, ibunda dan buah hatinya devon yang sangat menggemaskan dengan tubuh bulatnya dan mata sipitnya yang hanya segaris mewarisi mata sipit ayah bunda serta nenek-nenek moyangnya. Juga jomblo yang masih dalam pencarian "pangeran" yang akan menyelamatkannya dari pelosok pulau kalimantan.
Maka sapaan balas berbalas, mengabarkan keadaan masing-masing, dan kabar mengejutkan datang dari dia dalam kisah percintaannya yang menurutku sangat pelik, tapi mungkin nggak separah itu menurutnya, tapi tetap saja membuat aku gusar, ada rasa tak rela dan kecolongan tapi tak tau harus berbuat apa.
Pencarian pasangan hidup memang satu hal yang tak bisa digampangkan, karena tanpa prinsip yang dipegang teguh dapat membuat salah arah. Aku dan dia adalah dua yang tersisa dari lima sekawan yang terikat dalam tali persahabatan dan persaudaraan sejak masa kuliah hampir satu dasawarsa lalu.
Mendatangi majlis ilmu mungkin dapat memberiku inspirasi pagi itu, berkumpul dengan orang-orang sholeh berharap akan tetap terjaga minimal dalam lingkungan yang kondusif dan berharap bertemu dengan orang yang tepat. Tua, muda, yang sudah berkeluarga maupun yang masih sendiri berkumpul dalam majlis ini, tentunya punya satu tujuan yang sama yaitu untuk menimba ilmu ditambah dengan harapan yang tersimpan dalam sudut hati masing-masing.
Bagiku datang ke majlis ini tak hanya untuk mendengarkan pencerahan dari sang ustad, tapi lebih dari itu untuk mencari buku-buku baru terutama novel. Penjual buku langgananku selalu menginfokan buku-buku baru dan best seller, dan novel must read yang direkomendasikan kali ini adalah tetralogi laskar pelangi.
Lalu hari itu diakhiri dengan menikmati sepenggal kisah masa kanak-kanak sang penulis, aku jatuh cinta padanya seperti pada Ayat-Ayat Cinta, Hafalan Shalat Delisa, Taman Sunyi Sekala dan lantunan nasyid Sammy Yusuf.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments