|
Kelahiran raudhah menyita perhatian seluruh keluarga, merebut singgasana ragil yang telah disandang nada tiga tahun ini. Nada cemburu sangat cemburu dan merasa tersisih. Dengan suara sedih dia bilang kepada bundanya "bu, nada sekarang bukan lagi anak ragil tapi anak sapi ya", ah nada, jangan cemburu, karena minum susu sapi bukan berarti kamu jadi anak sapi nak. Kehadiran raudhah benar-benar membuat nada cemburu bukan kepalang, dia benci bayi raudhah yang mengambil predikatnya sebagai ragil kuning. Anak ragil atau bungsu pada umumnya diberikan previlage tersendiri dalam sebuah keluarga di kampong mereka, misalnya predikat ragil kuning mesti sehitam apapun kulitnya. Raudhah tumbuh menjadi anak ragil yang benar-benar ragil dan ingin diperlakukan secara ragil banget. Raudhah punya karakter temper tantrum dan ingin menang sendiri. Tapi keluarga tamim tak pernah memperlakukannya sebagai anak bungsu yang istimewa dan itu membuat raudhah frustasi, kenapa dia tak seperti nora, bungsu keluarga sani yang selalu dimanjakan. Justru kebalikannya, raudhah hanya anak paling kecil yang paling sering disuruh kakak-kakaknya. Kak ahmad bilang, "ibu menyuruh aku, lalu aku boleh menyuruh shofi, lalu shofi boleh menyuruh nada, lalu nada boleh menyuruh raudhah, begitulah hirarkinya", raudhah jadi sedih sekali, dia merasa jadi ragil termalang di dunia. Suatu hari, ada kiriman oleh-oleh dari keluarga akbar yang tinggal tepat disebelah rumahnya, ½ loyang bolu vespa, disebut vespa karena bentuknya bulat seperti roda vespa. Maka anak-anak pak tamim berebut bolu itu, raudhah si ragil dapat kehormatan untuk membagi-bagi bolu tersebut, tapi dia memotong dengan ukuran yang tak simetris, satu potongan yang paling besar yang diletakkan paling dekat dengannya. Tapi bu tamim membagi lagi tugasnya, karena raudhah yang membagi maka sekarang giliran kak ahmad yang akan memilih duluan, tentu saja kak ahmad mengambil irisan yang paling besar. Raudhah protes "kan aku yang udah capek-capek membagi harusnya aku yang dapat irisan paling besar", tapi protes raudhah justru membuat seluruh anggota keluarga tertawa terpingkal-pingkal. Raudhah jadi tambah gondok, gondok sekali hampir satu kilo bergatung di lehernya, itu siy gondong akibat kurang iodium. Kak ahmad paling usil, senang sekali menggoda raudhah kecil, katanya "dede raudhah itu sebenarnya bukan anak bapak, waktu itu sewaktu bapak melewati jembatan mendengar suara tangis anak bayi dari bawah jembatan, ternyata ada anak bayi dalam sebuah keranjang, karena kasihan lalu bapak membawanya pulang dan dirawat seperti anaknya sendiri, diberi nama raudhah". Raudhah percaya dengan cerita kak ahmad, raudhah sangat sedih sekali dan mengadu pada ibunya, "trus siapa orang tua raudhah?", beberapa waktu kemudian baru raudhah dapat jawabannya, raudhah adalah anak seorang raja yang sangat kaya raya, suatu saat nanti kalo sudah besar ayahnya yang seorang raja akan menjemputnya pulang ke istana yang sangat indah, dan raudhah melanggar batas kenyataan dan khayalan, masa-masa selanjutnya raudhah sering melanggar batas itu. Di hari ulang tahunnya yang ke-5, raudhah dapat kado istimewa dari ketiga kakaknya, sebuah boneka bayi. sebelumnya raudhah pingin sekali punya adik tapi sepertinya orang tuanya sudah tak sanggup lagi menambah beban tanggungan. Maka raudhah senang sekali menerima hadiah boneka dari kakak-kakaknya, diberi nama tony dan ada kendurian bubur merah putih saat acara pemberian nama. Raudhah sayang sekali pada tony, digendong, disuapin, dikelonin, dimandiin, ga pernah lepas darinya sampai raudhah masuk sekolah sd. Satu-satunya kemenangan raudhah atas posisinya sebagai ragil dalam keluarganya adalah dia boleh tidur diantara bapak-ibunya, lalu dia akan membagi-bagikan bagian-bagian tubuhnya untuk kedua orang yang sangat disayanginya itu. Tangan kanan untuk ibu, tangan kiri untuk ayah, kaki kanan untuk ibu, kaki kiri untuk ayah, pipi kanan untuk ibu pipi kiri untuk ayah, dan seterusnya, sehingga dia akan tidur dengan posisi telentang mengkangkang tak sopan, dengan kaki dan tangan kanan ditunggangkan pada tubuh ibu dan kaki tangan kiri ditungggangkan pada tubuh ayah. Lalu dia bernyanyi riang "cintaku terbagi dua…sayangku terbagi dua…" Saat mulai sekolah tk, raudhah hobi sekali menyayi, maka setelah isya dia akan membuat konser tunggal yang salam pembukanya selalu sama "bapak dan ibu, raudhah akan menyanyikan lagu oh ibu dan ayah, satu dua tiga; …oh ibu dan ayah selamat pagi, kupergi sekolah sampai kan nanti….", penonton setianya hanyalah ayah dan ibunya akan akan bertepuk tangan di akhir lagu. "lagu selanjutnya adalah desaku, satu dua tiga; …desaku yang kucinta, pujaan hatiku, tepat ayah dan bunda, dan handai taulanku…", dan konser baru akan berakhir bila raudhah sudah haus dan ngantuk. Selanjutnya raudhah akan memaksa ayah dan ibunya mendongengkan cerita-cerita legenda, yang paling disukainya adalah cerita tentang kejadian rawa pening, cerita itu diulang-ulang mungkin sudah puluhan kali oleh ibu tamim. Tapi bu tamim punya dongeng jitu untuk raudhah, dongeng tentang seorang ibu dengan 2 orang anak kembar, namanya stip dan stop. Ibu pergi ke pasar dengan stip, siapa yang tidak diajak ibu ke pasar? "Stop" raudhah menjawab lantang. "stop, jadi cerita ibu dah selesai karena di stop oleh raudhah", raudhah tersungut-sungut sedangkan bu tamim tersenyum menang karena kalo tidak seperti itu bu tamim tak akan bisa istirahat karena raudhah ingin mendengar dongeng terus dan terus. Setiap pergi sekolah, raudhah diantar oleh ibunda naik sepeda mini, sebelum masuk kelas raudhah selalu minta dibelikan bubur sumsum yang disiram larutan gula aren diatasnya, raudhah juga suka sekali gulali, raudhah gemar makanan manis-manis yang membuat giginya gigis. Bila giginya sakit, pak tamim akan membawanya ke dokter gigi di kota, raudhah tak takut pada dokter gigi, karena setelah giginya dicabut, pulangnya ayah akan membelikan alat-alat tulis dan keperluan sekolah lainnya, maka tak akan ada rasa sakit yang menghalanginya untuk mendapatkan kotak pensil baru. |
| dd hendra October 10, 2008 01:37 AM PDT yahhhhhhhhhhhhh ceritanya emmmmmmmmmmmmm BAGUUUUUUUUUUUUUUUS! | ||
| Leave a Comment: |